Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Bencana hidrometeorologi
diperkirakan mendominasi bencana alam yang kemungkinan terjadi sepanjang
2013 di Indonesia. Bencana ini merupakan golongan bencana seperti
banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan puting beliung.
"Puncak
banjir dan longsor yaitu Januari sampai Februari 2013," kata Kepala
Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis
(20/12/2012).
Sutopo menyampaikan ini dalam jumpa pers Evaluasi
Penanggulangan Bencana Tahun 2012 di Gedung BNPB, Jalan Juanda No 36,
Jakarta Pusat. BNPB memprediksi puting beliung akan meningkat pada Maret
hingga April 2013. Sedangkan banjir dan longsor berpotensi terjadi
hingga Maret 2013.
Berdasar data BNPB, sebanyak 315 kabupaten/kota dengan penduduk 60,9
juta jiwa tinggal di daerah rawan banjir di Indonesia. Sedangkan longsor
terdapat 270 kabupaten/kota dengan penduduk 124 juta jiwa berada di
daerah rawan
"BMKG menyatakan musim penghujan normal, hingga Mei 2013 kondisi hujan
normal sebesar 50 persen, El Nino sebesar 32 persen, dan La Nina sebesar
18 persen. Di Sulawesi Tenggara, NTT, dan NTB curah hujannya di bawah
normal, sekitar 10-15 persen," ujarnya.
Dia mengingatkan banjir
lahar dingin masih menghantui masyarakat sekitar Gunung Merapi,
Gamalama, Bromo, Lokon, dan Soputan hingga Maret 2013. "Banjir lahar
dingin di Gunung Merapi diperkirakan mencapai 77 meter kubik di tahun
2013," tambahnya.
Untuk kebakaran hutan di tahun 2013 mengancam 8
provinsi yang memang sering mengalami kebakaran hutan. Kekeringan juga
akan terjadi di daerah yang rawan karena defisit air.
"Kebakaran
hutan akan terjadi selama musim kemarau di Sumatera Utara, Riau, Jambi,
Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan
Selatan, dan Kalimantan Timur. Kekeringan berpotensi terjadi selama
Agustus hingga Oktober 2013 di Jawa, Bali, NTT, dan daerah-daerah
defisit air," ujar Sutopo.
Selain itu, potensi bencana gempa
bumi, tsunami, dan erupsi gunung berapi tetap mengancam Indonesia
sepanjang 2013. Ketiga bencana ini sulit diprediksi oleh BNPB namun
memiliki daerah rawan yang sangat luas.
"Potensi gempa terdapat
di 386 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk 157 juta jiwa yang tinggal
di daerah rawan. Tsunami sangat tergantung oleh gempa,potensinya
terdapat di 233 kabupaten/kota dengan penduduk 5 juta jiwa berada di
daerah rawan. Erupsi gunung api beberapa wataknya telah berubah," ujar
Sutopo.
Sutopo menyebutkan perubahan watak gunung api tersebut
mempersulit prediksi potensi kerawanan. Namun ia mendata 6 gunung sedang
dalam status siaga level III, 13 gunung berstatus waspada level II, dan
satu gunung yang masih menyimpan energi luar biasa.
"Status
siaga itu Gunung Raung, Rokatenda, Sangeangapi, Lokon, Karangetang, dan
Ijen. Status waspada adalah gunung Gamalama, Bromo, Talang, Krakatau,
Kerinci, Gamkonora, Ibu, Papandayan, Ili Lewotolo, Sinabung, Dukono,
Semeru, dan Marapi. Gunung Lokon diperkirakan masih memiliki energi
untuk terjadi letusan seperti selama ini," tutup Sutopo.
Pendapat saya:
- Mungkin semua itu terjadi karena ulah Manusia yang sangat amat fatal
- Menurut saya,agar pemerintah dapat memperhatikan masyarakat dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang Bahaya Banjir dan Tanah Longsor.
Sumber
disini